Amalan Sunnah di Bulan Ramadan yang Sering Terlewatkan
Sebenarnya sunnah tersebut sudah tahu dan nggak lupa sih… tapi ada rasa malas dan lemah untuk menjalankannya. Kenapa?
Bagi sebagian kalangan bulan mulia ini bukan menjadi ajang untuk memperbanyak amalan ibadah namun hanya menjadi ajang mengejar keuntungan duniawi semata. Sehingga banyak amalan wajib dan sunnah yang terlupakan.
Amalan Sunnah Apa Saja yang Sering Dilupakan?
Setelah melewati ramadhan tahun lalu, apakah ada renungan untuk memasang target agar tahun ini menjadi lebih bermakna? Apakah ada amalan yang masih sering dilalaikan dan terlewat begitu saja?
Berikut beberapa amalan sunnah yang sering terlupakan, semoga tidak untuk saat ini… aamiin.
Sholat Sunnah Qabliyah Shubuh
Salah satu hikmah mengakhirkan sahur menjelang waktu shubuh, agar tidak terlewat ibadah solat subuh dan dengan demikian juga kita akan melakukan qabliyah subuh. Jika sahur terlalu dini hari mengakibatkan ngantuk dan tertidur sehingga terlewat bangun shalat shubuh tepat waktu di masjid.
Do'a diantara adzan dan iqomat
Berdo’a diantara waktu adzan dan iqomat merupakan amalan sunnah yang dianjurkan karena termasuk diantara waktu yang mustajab. Luangkan waktu dan rutinkan hal ini agar menjadi kebiasaan baik yang istiqomah.
Dzikir pagi dan petang
Bagi sebagian masyarakat perkotaan yang disibukkan dengan perjalanan menuju tempat kerja maka dapat mendengarkan dengan cara mendownload di youtube. Sehingga di sela-sela perjalanan menuju ke kantor dan pulang ke rumah, dapat mendengar dan membaca dzikir pagi dan petang.
Sholat dhuha dan ataupun Sholat Dhuha yang paling awal (shalat Isyrâq)
Barangsiapa yang shalat Shubuh berjamaah, kemudian dia duduk berzikir kepada Allâh hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At-Tirmidzi, no. 586, dari hadits Anas bin Malik-RadhiAllâhu anhu–]
Syaikh Ibnu Bâz rahimahullah ditanya tentang hal tersebut, maka beliau rahimahullah berkata, “Hadits ini memiliki jalur periwayatan yang lumayan baik, maka dapat dikatakan sebagai hadits hasan lighairihi. Maka shalat tersebut disunnahkan setelah matahari terbit dan meninggi seukuran tombak, yakni kira-kira setelah sepertiga atau seperempat jam dari waktu terbitnya.” [Fatâwâ Syaikh Ibnu Bâz, 25/171]
Mengikuti Kajian Keislaman
Setelah berakhirnya pandemi maka semangat untuk mengikuti kajian secara offline harus kembali digalakkan, yaitu dengan cara datang ke masjid. Ramadhan dapat menjadi pompa untuk memacu semangat tersebut untuk melangkah menuju jalan kebaikan.
Tidur sesaat sebelum waktu Dzuhur
Qailulah termasuk ibadah yang disunahkan, sebagaimana disimpulkan oleh Imam Syarbini rahimahullah, Disunahkan bagi orang yang ingin melakukan sholat tahajud, untuk ber-qailulah, yaitu tidur sebelum duhur. Qailulah itu manfaatnya seperti sahur bagi orang yang puasa.
Membekali Ramadhan dengan Ilmu
Raih keberkahan ilmu seputar Ramadhan dengan menghadiri atau mendengarkan kajian serta membaca buku tentang Ramadhan.
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz juga pernah berkata,“Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia perbuat lebih banyak daripada maslahat yang diperoleh.” (Majmu’ Al Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 2: 282).
Menjaga silaturahmi dan saling memaafkan
Sering banyak broadcast saling meminta maaf menjelang bulan Ramadhan. Padahal ketika memiliki masalah kepada orang lain sejatinya dapat dilakukan kepada personal atau pribadinya langsung yang telah kita sakiti hatinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).
Memperbanyak do’a yang diharapkan pada bulan ini
Allah Azza wa Jalla befirman, Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada engkau (wahai Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) tentang Aku, maka (sampaikanlah) sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab permohonan doa yang dipanjatkan kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu mendapatkan petunjuk” [al-Baqarah/2:186]
Puasa adalah momentum terbaik dikabulkannya doa, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ayat ini di tengah ayat-ayat puasa, dan dipertegas oleh sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sebagian Ulama mengatakan anjuran berdoa di akhir puasa yakni ketika berbuka.
Sumber : Amalan Sunnah di Bulan Ramadan yang Sering Terlewatkan

0 komentar:
Posting Komentar